3.3.07

Berbahagialah di Atas Tangisku


Ketika indah menjadi kewajiban, ketika kewajiban menjadi beban dan ketika hak tak mampu dibandingkan dengan perih yang meradang. Haruskah berlari? Meninggalkan semua yang dimulai, melepas semua yang mulai tergenggam, dan meniadakan tawa.

Setiap manusia mempunyai batas. Dan entah mengapa, penatku tak jua berada di ambang batas. Bertahan, karena ku punya mimpi dan cita-cita. Mimpi adalah lembutnya yang kerap membelai tiap resah kala lelahku, dan cita-cita adalah memberikan tawa bahagia dalam hidupnya. Keberadaan terhapus oleh luka, dan duka merasuki aliran darah dalam kesendirian. Kesendirian, menyileti tiap pori dimana ada detak tentang namanya.

Berbahagialah Sayang, tersenyumlah. Ku akan mengantar semua nyawa namun berjanjilah untuk bahagia. Tak pernah ku dapat bernafas dengan lapang tanpa sebuah senandung, tak pernah ku dapat tersenyum dengan tulus tanpa hembusan yang mengiris. Ingin kulepas selang infus yang terpasang mengiringi kepergianmu. Kubakar kantung air mata yang tak berhenti bocor sejak menatap punggungmu yang menjauh. Berbahagialah cinta, dengan rindu dan air mata…, juga ribuan doa.


gambar dari sini

3.2.07

Bahagia


Dia boleh tidak ingat padaku, tapi dia tidak boleh tidak ingat kalau dia harus jadi orang yang bahagia.

3.1.07

Setelah Itu


"Taken from you, 'just a single fighter who in a relationship with dashing words, engaged with peachy music thingies, married to life, divorced from sullen past. That's complicated me..' Like this."

"Hhmm., makasih sudah suka."

"Not all women think like that sister."

"Waw., tersanjung nih.."

"Gimana pekerjaannya Mbak?"

"Baik-baik saja tuh."

"Alhamdulillah kalau begitu.. Sukses selalu yupzzz."

"Makasih, sukses juga buat kamu ya dan jangan pernah patah semangat, ok?"

"Oke.. oke,, lagi down saja tadi hehe..."

"Biasalah hidup itu kan up and down, like roller coaster."

"Just being afraid that tire couldn't be up hehe.. Masih di UI Mbak?"

"Sdah kerja nih."

"Kesehatan yah. Keren nih wisuda langsung kerja.. Tinggal married aja nih hehe."

"Tadinya memang udah kerja, trus alhamdulillah dapet beasiswa, kuliah lagi deh. Sekarang balik kerja."

"Great. Nerusin S2 dimana Mbak? Memang benar-benar super kalau kata Mario Teguh hehe."

"Belum S2, kemarin masih S1."

"Semoga dapat beasiswa S2 juga yah. Aku juga sedang proses mencari hehe."

"Aamiin ya robbal alamiin. Semoga kamu juga dapat. Sebelum nikah kalo bisa, biar ga ribet, hehe."

"InsyaAllah hehe.. Ngebet banget nih kepengen nerusin study. Mbak juga ya..."

"Ya, ayo kita sama-sama berdoa."

"Okay Mbak nice to chat with you. Semoga chat ini bisa menyambung silaturahmi. Aamiin."


gambar dari sini

28.12.06

Endap Benak


Aku mengedap.

Depa tiap depa.

Seringkala tak menemu engkau yang selalu berputar melawan hari.

Dan benakku?

Entah kau tawan di mana.


gambar dari sini

27.11.06

Siluet Senja


”apakah ini juga akan berakhir?”
aku memelukmu,
di luar senja telah berlalu,
seperti juga hal-hal lainnya.


gambar dari sini

1.10.06

Jatuh Cinta Lagi


Aku merasakan sesuatu. Perasaan yang sepertinya pernah ku alami tapi terasa sedikit asing mungkin karena cukup lama tak kurasakan. Sepertinya aku jatuh cinta lagi! Yang ku rasa kala itu aku merindukan sosok laki-laki ini. Kurasakan setiap detik perubahan hatiku. Pelan-pelan ku pahami apakah ini seperti yang kupikir. Tapi ternyata hal seperti ini memang tak perlu untuk dipikirkan terlalu dalam, cukup hanya dengan dirasakan. Akhirnya ku yakini aku memang jatuh cinta lagi! Aku jatuh cinta padanya. Dia mampu menerangi hatiku lagi. Dia adalah cahaya di hatiku. Dia petunjuk arah yang mampu membimbingku menemukan sisi lain diriku. Dia pemberi semangat, kekuatan, dan keberanian padaku untuk lebih tangguh. Dia adalah tempat aku bisa bermanja dan mengeluh. Tertawa dan bercerita. Dia adalah jawaban dari setiap doa yang dulu pernah ku pinta pada-Nya. Hanya saja.. aku telah memiliki lelaki yang lain. Huff...

Aku berharap cahayanya akan menjadi mentari di siang hariku, sinar rembulan di malam hariku. Mercusuar untuk petunjuk arahku. Namun semua tak mungkin, dia hanya cahaya bintang jatuhku. Yang datang hanya sekejap lalu hilang dalam gulita malam. Memberi keindahan akan cahayanya yang kunikmati sesaat, namun akan selalu tinggal dalam keabadian kenangan.

Dia masuk dalam kehidupanku dan hatiku, memberikan pengaruh. Dia adalah potongan puzzle yang melengkapi gambaran perjalanan hidupku. Dia juga yang mampu membuka tirai dari sisi-sisi lain diriku yang mungkin tak kan pernah aku temukan jika berproses sendiri. Dia telah meninggalkan jejak-jejak langkah yang mempengaruhi hidupku.

Seorang yang selalu kurindukan, yang meninggalkan jejak terdalam justru yang tidak bisa aku lihat setiap malam. Karena dia tak ada di sampingku, bintangnya telah jatuh pada malam itu, dan kini berada di hatiku, selamanya.