17.6.10

Malam Ulang Tahunmu

api telah padam di sehembus tiupan

matamu meleleh seperti lilin.

tak kado pun pesta.

listrik yang baru saja menyala.

1.5.10

Blacklist


Masih merasa sebagai orang yang diblacklist oleh orang-orang di sekelilingnya. Dan apa yang bisa aku lakukan? Aku bukan siapa-siapa baginya. Hanya seseorang yang mencintainya.


gambar dari sini

25.4.10

Tanpa Hadirnya

"Kalau…"

Ketakutan yang nyata beribu tahun cahaya. Ia yang tidak pernah ada. Akankah menjadi sesuatu yang benar-benar tidak ada? Ataukah sedikit saja ia mau menunjukkan keberadaannya dengan rengkuhan dan kerjapan kehadiran? Susuri jurang, pergi sejenak untuk kembali pulang.

Mimpi dan angan telah dengan ceroboh kurontokkan lengkap dengan asa dan rasa. Tak kuhiraukan lagi ribuan sesak yang tertelan melihat mimpi dan anganku berjalan beriringan menjauh. Tak kutangkap lagi hujan, bahkan aku berlari dengan petir menghindari. Kepasrahan bukan lagi sebuah cinta namun tercipta dari amarah. Ketidakberdayaan dan hilangnya rona sosok manusia menjadi terlampau kaku berterbangan dengan senyum yang tersungging, mata yang kering, dan retina yang menggenang kemudian banjir.

"Kalau akui tidak berdiri disana, mampukah kamu berdiri sendiri?"

Satu lagi cerita yang harus dicerna oleh jantung. Karena hati dan logika sudah tidak bisa bekerja, tidak mau bekerja, mati bekerja!!

Berkala kulewati gorong-gorong agar udarapun tak mampu mengendus aroma asin dalam tawa. Berkali menziarahi makam yang berisi tulang, menabuk nisan, dan menangis. Hanya disana air mata tidak menjadi dosa. sesak tak menjadi tuak, raungan adalah irama. Tertatih pulang. klimaks jeritan kini hanya sunggingan senyum pemahaman, raga bergerak sesuai rotasi bukan karena diri, tetesan tak mampu terlukis bahkan dalam derasnya hujan. Untukmu aku akan tersenyum. Untukmu aku akan terlihat kokoh dan mampu. Dan untukmu juga aku akan bahagia.

"Baiklah, aku mampu. Dan aku akan bahagia, meski tanpa hadirmu."

Dengan bersimbah lara.

16.4.10

Belum

Aku rindu masa-masa yang belum kita lalui

Aku rindu napas dan hadirku yang belum juga kamu rindukan

Aku rindu bahu yang belum kamu sandari

Aku rindu kerinduan itu sendiri

14.3.10

Takluk Pada Takdir

Kadang timbul pertanyaan dalam benakku. Pernah tidak, kamu berdoa memintaku sama Tuhan, sekali saja? Pernahkah kamu bersungguh-sungguh menginginkanku?

Aku mencintaimu. Ya, benar aku mencintaimu. Jatuh pada dasar terdalam hatimu. Tersesat dalam labirinnya.

Lalu aku lupa bagaimana cara untuk pulang. Aku lupa bagaimana cara untuk bangkit. Aku lupa bagaimana cara untuk membencimu.

Inginku mengacuhkanmu. Atau sekedar berpura-pura untuk itu. Tapi sungguh aku tidak bisa. Aku lupa cara melupakanmu.

Dan kini aku lupa bagaimana cara tersenyum tanpamu. Lupa menghentikan tangis tanpamu. Aku benci tak bisa membencimu.

Hey tuan pemilik hatiku. Ajari aku melakukan semua itu. Seperti kamu yang kini begitu pandai berpura-pura tak mencintaiku.

Aku hanya ingin menanyakan satu hal. Tidakkah itu terasa menyakitkan bagimu, mengacuhkan aku, orang yang kau cintai?

Aku cinta kamu. Kamu cinta aku. Tapi ternyata tak semudah itu menyatu.

Karena kita yang tak pernah berani melawan dunia. Karena kita yang terlalu pengecut takluk pada 'takdir'.

Lalu bila aku bukan takdirmu, masihkah kau memperjuangkanku?

Dulu, kamu pernah mencintaiku. Sekarang pun kamu masih mencintaiku. Tapi kamu beranjak meninggalkanku

Seandainya teriak sekuat tenaga mengatakan "I love you" bisa membuat kamu menjadi milikku selamanya, aku pasti lakukan itu.

Jika aku berhenti mencintaimu, akankah kau sadar bahwa selama ini yang bisa mencintaimu sebesar itu hanyalah aku?

14.2.10

Tulus

Tidak semudah seperti yang dibayangkan. Tidak semudah seperti yang terlihat. Hanya aku dan Tuhan yang tahu apa yang benar-benar aku rasakan. Mungkin orang lain menilai buruk. Silahkan saja. Hanya hati yang tulus yang bisa mengetahui apakah yang dilakukan orang lain padamu itu tulus atau tidak. Terlepas dari rasa kecewa yang kita dapatkan. Aku mengingat yang baik, melupakan yang buruk. Aku mengingat saat bahagia, melupakan saat sedih. Maaf. Maaf. Maaf.