25.12.12

Suatu Hari Ketika Rindu


Rindu yang paling menyakitkan adalah rindu tetapi kita tidak bisa lagi mendengar suara, ketika kita menekan dua belas nomor ponselnya.
Adalah rindu yang ketika kita mengirimkan beratus-ratus karakter pesan pendek namun tidak ada lagi balasannya.
Adalah rindu yang ketika kita berhadapan dengannya, tidak ada lagi balasan sapa, pun hanya senyum.
Adalah rindu yang hanya bisa disampaikan lewat sebuah monolog bernama doa, lalu berharap Tuhan akan segera menyampaikannya.
Rindu yang tak terbalas.
Rindu yang tak bisa lagi bertemu.

Itu rasanya: Sakit.

14.9.12

Pilah Pilih

Berbahagialah ia yang memiliki kotak ingatan yang baik. Ketika bermuram ia tinggal membuka kotak, mengambil berkas yang baik-baik. Seketika berbaikanlah ia dengan dirinya yang sekarang.

14.8.12

Jagalah Ia

Tuhan, aku jatuh cinta. Jaga ia dalam dekapMu. Jaga perasaan dan diri kami berdua yang terpisahkan jarak dan waktu ataupun jika memang nyatanya kami selalu dekat bersatu. Jaga-menjaga hingga terasa semuanya nyata karena takdirMu yang mempersatukan kami dan memisahkan kami.

14.7.12

Bersyukur

Bisa jadi, bagian terindah dalam hidup kita adalah sesuatu yang pernah kita tinggalkan karena merasa ada yang lebih baik dari itu. Padahal, ternyata kita salah. Itulah mengapa apa yang kita miliki saat ini adalah yang paling baik.

Mensyukurinya adalah sikap yang paling benar.

8.6.12

engkaulah senja! Sebab tak pernah kupuja senja selain senja di matamu!