15.12.11

Bisakah Kau Jelaskan

bisakah kau katakan kepadaku dengan segera apa yang lebih kejam dari sekumpulan kenangan? seperti pisau yang dihantamkan bertubi-tubi ke kepala atau sehamparan daun kering yang jatuh sebelum waktunya. seperti menatap bayangmu tiba-tiba menjauh dan lekas hilang di tikungan.

sementara kumparan pita kaset tua tempat kita merekam ingatan belum lagi sempat kugulung rapi, kau sambil tersenyum meletakkan dua batang korek api di atas tanganku yang terbuka dan berdarah. bisa kau jelaskan harus dengan apa kurapikan halaman kita? membakarnya atau membingkai ia dalam pigura pelangi bercahaya?

apa yang lebih kejam dari sekumpulan kenangan ketika kau mengirim kata 'mundur' dan 'menyerah' dari jarak yang begitu jauh. bisakah kau jelaskan sambil menggenggam tanganku yang mulai rapuh?



__benz

8.12.11

Bukankah Kau Berkata

Bukankah saat itu kau dan aku saling menyapukan warna dan menuliskan fakta bahwa kita jatuh cinta? Tapi ternyata kau hanya menyusun daftar isi dan bab terakhir, sementara aku terpaksa merangkak menata halaman demi halaman yang menolak dibaca kembali.
Aku inginkan pembatas buku, katamu. Lalu kau menyisipkan pisau tepat di bagian cerita yang ingin aku baca. Paragraf yang ingin kau lupakan. Kemudian aku berharap bisa mengenangmu seperti butiran permen berwarna cerah yang kau beri dahulu sebelum kau membunuhku tanpa sebuah peringatan.
Bukankah ketika itu kau berkata akan memberiku kesempatan?



--Benz

4.12.11

Aku Mengingat Engkau

Aku mengingat engkau, selalu, mengingatmu seperti alun rumput menari mengantar luka pergi ke tempat yang jauh.
Aku mengingat engkau, selalu, mengingatmu seperti sepi langit malam dan jalan yang basah oleh kenangan.

21.11.11

Bait yang Hanyut

kuharap, ada satu bait yang hanyut pada kolammu. huruf-huruf yang menyelam. tanda baca yang sibuk menyelamatkan diri. dan embun yang menetes, membuat lingkaran mimpi semakin besar. lalu kamu merenungi hari saat kita berjumpa.

15.11.11

Rindu #5

Kita, sepasang yang ditelanjangi rindu. Sedangkan waktu, hanyalah baju.
Pikiran ada tempatnya sendiri, dari pikiran itu bisa mengubah surga menjadi neraka atau neraka menjadi surga.