16.11.10
Bintang
suatu ketika ku tersesat dalam pekatnya gelap
dalam heningnya sepi
dalam dinginnya malam
sekelebat, setitik bintang jatuh
cahayanya menghampiriku
walaupun ia jauh disana
bintang itu menerangiku
menghangatkanku
menuntun jalanku
**
namun
benakku bertanya
dia hanya maya
semu
buah imajiku yang terlalu banyak berkhayal
**
ahhh… apapun itu
setidaknya ku bisa menikmatinya saat ini
walau hanya cahayanya
entah sampai kapan
??
9.11.10
8.11.10
Bulan Biru
Tersaput rindu yang mendera
Hangus terbakar api matahari
Cedera oleh sepi dini hari
***
Duh, bulan biru yang mencium hatiku
penabur cahaya hati yang sunyi
entah kapan kau bisa kurebut
Jika malam ini
bulan biru menggantung sampai pagi
terpaku memandang bumi
lalu pergi dan membiarkanku sendiri
dalam sepi.
tanpa bisa kumiliki.
itulah berarti
Aku pelangi
tanpa warna-warni
6.11.10
Sajak Rinai Hujan 1
Malaikatku. Tutup matamu kuat-kuat,
lalu tatap hatiku lekat-lekat.
Rabalah apa yang kau anggap rasa.
Rasailah apa yang kau pikir tak biasa.
lalu tatap hatiku lekat-lekat.
Rabalah apa yang kau anggap rasa.
Rasailah apa yang kau pikir tak biasa.
Kemasi, huruf-huruf hidup yang kau hirup dari hujan tak bertuan.
Pada satu bilik hatiku yang paling sepi,
ciptakanlah puisi.
Pada satu bilik hatiku yang paling sepi,
ciptakanlah puisi.
5.11.10
3.11.10
Tirai Hujan
Andaikan dirimu berdiri di tempat yang teduh dengan sebuah payung kecil di tangan, di saat hujan turun dengan derasnya hingga menciptakan tirai hujan di sekitarmu, bersyukurlah karena kau masih diberi kesempatan olehNya untuk berteduh dan tidak basah. Tapi, janganlah itu membuatmu takabur atau malah mengeluh sambil berharap sebuah payung yang lebih besar, karena jika kau mencoba melihat lebih jauh ke balik tirai hujan, masih banyak orang yang terpaksa kebasahan dan memeluk tubuh sambil menggigil, menunggu hujan yang entah kapan akan reda.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
.jpg)
.jpg)