kekasih,
lakumu tak tampak seperti cinta
ah, seperti apa cinta itu harus tampak?
cinta itu tak berbentuk, tak berbatas
cinta itu hanya mengalir
memenuhi ruang hati
mengikuti sebentuk ketulusan
tertampung dalam cekung rindu
dan saat alir yang meluap itu masih ada
biarkan dia berjalan ke mana pun dia suka
tanpa batas, tanpa duga
cinta itu
hanya ada sebentuk rasa
makna yang tak butuh dieja
15.5.11
14.5.11
keberanian
keberanian itu punya kadaluarsa (mungkin)
kalau tidak cepat-cepat diwujudkan, dia akan terlanjur menguap bagai air, meliuk di angkasa seperti angin. lalu jejak yang ditinggalkan menjadi lubang yang menganga. begitu saja. tidak perih. apalagi sampai membuat air mata mengalir. tapi penyesalan pasti tidak akan bosan mengejar, bahkan sampai ke alam mimpi. bahkan kadang lamunan di siang bolong.
kalau tidak cepat-cepat diwujudkan, dia akan terlanjur menguap bagai air, meliuk di angkasa seperti angin. lalu jejak yang ditinggalkan menjadi lubang yang menganga. begitu saja. tidak perih. apalagi sampai membuat air mata mengalir. tapi penyesalan pasti tidak akan bosan mengejar, bahkan sampai ke alam mimpi. bahkan kadang lamunan di siang bolong.
13.5.11
menulis tentangmu
Berapa banyak tulisan yang hendak saya buat tentangmu. Atau pertanyaannya sampai kapan saya harus berhenti menulis tentangmu—saya tidak tahu jawabannya. Mungkin saya tidak akan pernah berhenti menulis tentangmu.
Kecuali jika rasa ini berubah. Hati ini punah.
Mencintai orang yang menyebalkan itu menyebalkan. Banyak hal yang membuat kamu mengkompromikan segala sesuatu hanya demi cinta.
12.5.11
kolong
Dulu, aku menghabiskan waktu di kolong selama berjam-jam. Kalau sudah begitu, aku bisa ketiduran di sana. Satu hal yang akhirnya kusadari setelah bertahun-tahun kemudian, adalah ketika masuk ke kolong itu sebenarnya aku seperti bersembunyi—bersembunyi dari apa? hanya aku, si anak kecil itu yang tahu.
11.5.11
5.5.11
Subuh
subuh menjadi saksi
putusnya sepasang lelap
berganti menjadi sujud
dari dua hati
berbincang dalam bisu
subuh menjadi penanda
membuka hari baru
dalam tautan dzikir
dari dua bibir
erat saling berpadu
lalu...
di manakah engkau
ketika saksi hadir
pada batas fajar
di manakah engkau
ketika saksi menanti
tertambatnya tali janji
di manakah engkau
ketika saksi mencatat
dua sujud menyatu
putusnya sepasang lelap
berganti menjadi sujud
dari dua hati
berbincang dalam bisu
subuh menjadi penanda
membuka hari baru
dalam tautan dzikir
dari dua bibir
erat saling berpadu
lalu...
di manakah engkau
ketika saksi hadir
pada batas fajar
di manakah engkau
ketika saksi menanti
tertambatnya tali janji
di manakah engkau
ketika saksi mencatat
dua sujud menyatu
Langganan:
Postingan (Atom)